| Add caption |
lapu apa yang akan kita tulis ?
ingatlah kalau menulis itu adalah sebuah kebebasan, dan ingat juga bahwa kebebasan itu juga memiliki sebuat batas.
dalam kesempatan ini saya akan mencoba menulis sebuah ungkapan logika terhadap polemik kehidupan yang sekarang. karena kebetulan saya sekarang masih remaja, maka saya akan mengungkapkan beberapa hal yang menyangkut ke-remajaan.
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun. kalau ditambahkan, remaja memiliki arti luas. bukan hanya sebatas masa peralihan, melainkan masa penentu untuk masa dewasa. pernyataan tersebut sangat jelas mengingat apa yang terjadi di masa remaja.
tapi akhir-akhir ini remaja kita cendurung menjadi korban dari pengaruh Globalisasi yang over, banyak kejadian aneh yang menyerang remaja kita sekarang. mungkin contoh yang palin real adalah asmara, fashion, atau rutinitas.
sekarang saya mencoba jelaskan tentang asmara yang menjadi penyakit di kalangan remaja
1. Asmara (pacaran)
asmara atau pacaran adalah kata lain dari percintaan. kata ini disebutkan ketika seseorang membuat sebuah hubungan dengan orang lainnya, namun lebih tepatnya membuat sebuah hubungan yang dekat antara laki-laki dan perempuan atau sebaliknya. hal ini sedikit sama dengan konsep kekeluargaan.
di indonesia sendiri, ini merupakan hal baru. berbeda dengan barat yang sudah lebih dulu familiar dengan kata ini. di indonesia saya rasa baru muncul setelah zaman penjajahan. logika saja, tidak mungkin remaja zaman dahulu sempat memikirkan sebuah asmara sedangkan untuk hidup saja mereka susah.
memasuki zaman millenium (2000-an), masyarakat indonesia sangat meraskan dampak dari globalisasi, yang kemudian menjadi westernisasi (membaratkan). sebenarnya tidak apa-apa sih dengan westernisasi, karena masyarakat barat memiliki beberapa hal positif yang patut di contoh, namun tidak sedikit pula sisi negatifnya.
salah satu sisi negatifnya adalah ini (asmara.red). bagi masyarakat barat, asmara merupakan hal yang lazim dilakukan oleh manusia terutama yang sudah melalui masa pubertas, mereka beranggapan bahwa asmara merupakan kebutuhan dari seorang manusia untuk menyalurkan sebuah gejolak hormon dalam tubuh. walaupun begitu, masyarakat barat melakukannya secara bertahap, lebih banyak dari mereka menunggu hingga memang mantap untuk melakukannya. biasanya 19 tahun adalah adalah usia yang pas bagi mereka. disamping sudah besar, pada usia 19 anak-anak remaja barat sudah mandiri, orang tua mereka sudah berlepas diri dari kewajibannya.
berbada jauh dengan indonesia, entah apa yang terjadi ?. remaja kita memulainya dari sekolah dasar (usia 12). hal ini tidak lepas dari adanya pogram yang seolah mendorong remaja kita melakukannya, mulai dari pogram televisi, dan kurangnya pengawasan dari orang tua, bahkan ada gerakan dari pemerintah untuk melegalkannya.
sunggguh ironis bukan ?. usia yang seharusnya menjadi penentu masa dewasa, malah digunakan untuk hal yang tidak berguna.
memang benar, secara umum, hal ini tidak bisa di hentikan, karena itu merupakan hak manusia untuk melakukannya atau tidak. tapi tidak seharusnya juga kita mendukungnya.
saya tida akan berbicara dari segi agama, tapi dari segi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan ini.
untuk segi agama akan coba saya uraikan di lain waktu !
berbicara tentang dampak dari asmara dini, tak bisa dipungkiri bahwa akibat dari asmara sudah nyata kita saksikan, baik secara langsung, ataupu media masa. dampaknya pun bermacam-macam,
mulai dari kerusakan moral, hilangnya rasa malu, dan yang lebih parah lagi adalah hamil diluar nikah.
mengenai hamil diluar nikah, ini harus mendapat perhatian khusus. karena bukan hanya berdampak pada dirinya sendiri, tapi juga akan berdampat terhadap keluarganya, dan lingkungannya.
"Direktur Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi Prof Biran Affandi mengungkapkan, sekitar 2,1-2.4 juta perempuan setiap tahun diperkirakan melakukan aborsi, sebanyak 30 persen di antaranya oleh remaja."
30 % bukanlah jumlah yang kecil, dan dampak ini bukan tidak berlanjut, mulai dari gila, bahkan ada yang bunuh diri karena malu.
penyebab remaja melakukannya adal sebagai berikut :
1. kurangnya kesadaran tentang dampak dari hal itu
2. ingin memebuktikan kalau saya bisa dan laku
3. tidak bahagia dengan orang rumah, ini biasanya terjadi karena konflik rumah tangga, contohnya orang tua bercerai, kerasnya gaya didik dirumah, dll
4.kurangnya pengawasan dari orang tua
5.teknologi yang makin maju hingga mudahnya untuk berkomunikasi.
6. kurang tegasnya sikap pemerintan dalam menyikapi hal ini.
Itu hanya bagian kecil dari alasan kenapa remaja kita melakukannya, namun biasanya 6 hal di atas lebih sering menjadi sebab atau alasan terjadinya sebuah asmara. seperi kata pepatah "gak mungkin ada api kalau tidak ada asap". begitu juga dengan hal ini, tidak mungkin ada sebuah hubungan bila tidak ada daya tarik antara satu sama lain.
untuk cara menghentikannya akan coba saya uraikan dilain kesempatan.
mungkin cukup sekian ulasan dari logika saya tentang hal ini. tulisan ini bermula dari sebuah kejengkelan akan Hidup. silahkan ambil bagian untuk mengomentari !!
No comments:
Post a Comment